Raihlah ilmu, dan untuk meraih ilmu belajarlah untuk tenang dan sabar.

(Khalifah 'Umar)

Sabtu, 03 September 2011

Mengenal Diagram Fasa Pb-Sn


Gambar 1. Diagram Fasa Pb-Sn

Diagram fasa Pb-Sn merupakan klasifikasi dari Diagram Kesetimbangan Fasa dimana Fasa Larut sempurna dalam keadaan cair, larut sebagian dalam keadaan padat (reaksi eutektik). Pada diagram fasa Pb-Sn terdapat 3 garis yang menunjukkan dari masing-masing perubahan fasa yaitu :
Garis liquidus = menunjukkan temperatur terendah dimana logam dalam keadaan cair atau temperatur dimana awal terjadinya pembekuan dari kondisi cair akibat proses pendinginan.
Garis solidus = menunjukkan temperatur tertinggi suatu logam dalam keadaan padat atau temperatur terendah dimana masih terdapat fasa cair.
Garis Solvus = menunjukkan temperatur tertinggi suatu logam dalam keadaan fasa padat yang kedua atau temperatur terendah dimana masih terdapat fasa padat yang pertama.
            Pada paduan biner seperti diagram fasa Pb-Sn, ada komposisi paduan spesifik yang dikenal sebagai Eutectic Composition, di mana proses pendinginan/solidifikasi terjadi pada temperatur terendah dibandingkan komposisi lainnya. Temperatur rendah tersebut berkaitan dengan temperatur terendah di mana masih terdapat fasa cair ketika didinginkan dengan lambat. Temperatur tersebut biasa disebut temperatur eutektik.
Perhatikan pada alloy 1, titik eutektik pada komposisi 61,9% Sn, 38,9% Pb, T=183°C.
Akibat pendinginan, maka terjadi perubahan fasa:
Cairan →  a (larutan padat) + b (larutan padat)
Komposisi kimia menentukan pembentukkan struktur mikro saat pembekuan pada temperatur tertentu.

Gambar 2. Pembentukkan Struktur mikro pada komposisi 30% Sn

Gambar 3. Pembentukkan Struktur mikro pada komposisi 61,9% Sn

Gambar 4.Diagram fasa biner Pb-Sn.

Gambar diatas memperlihatkan diagram fasa dari sistem Pb-Sn. Tampak fasa yang ada untuk semua paduan Pb-Sn pada rentang suhu 0oC hingga 350oC. Jadi, pada 100oC, paduan terdiri dari 60% Pb (40% Sn) terdiri dari dua fasa, yang disebut α dan β. Pada 200oC terdapat α dan pada300oC hanya terdapat cairan. Sama halnya dengan paduan 20% Pb (80% Sn) yang juga terdiri dari campuran α dan β pada 100oC; tetapi pada 200oC terdiri dari cairan ditambah β. Diagram fasa merupakan suatu kumpulan kurva limit kelarutan. Tiga pasangan kurva seperti ini menghasilkan diagram Pb-Sn pada gambar 4 sebagai berikut:
1.         Limit kelarutan timah berbentuk fasa fcc yang disebut α, dan limit kelarutan timbal berbentuk fasa bct disebut β. Kurva ini berlaku untuk suhu tanpa cairan.
2.         Limit kelarutan Sn dalam logam cair (61,9% Sn pada 183oC hingga 100% Sn pada232oC). Limit kelarutan timbal dalam logam cair (38,1% Pb pada 183oC hingga 100%Pb pada 327oC).
3.         Limit kelarutan timah dalam α dan dari timbal dalam β, ketika ada cairan. Kurvapertama turun dari 19,2% Sn pada 183oC menjadi 0 pada titik cair timah (232oC)

1 komentar:

Nurulia Shinta Rahmani  ( ヌルリア ) mengatakan...

thanks :)
it's really help :D

Poskan Komentar

Tinggalkan Sebuah Komentar Anda

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Blogger Templates