Raihlah ilmu, dan untuk meraih ilmu belajarlah untuk tenang dan sabar.

(Khalifah 'Umar)

Selasa, 11 September 2012

Welcome Party KSE’er ITS

ITS-Sabtu, 08 September 201
Alhamdulilah, setelah melewati proses seleksi penerima beasiswa KSE yang panjang, melelahkan tapi penuh pengalaman. Akhirnya juga ditrima..huft ALLAHU AKBAR!!! Acara Welcome Party yang diselenggarakan oleh Paguyuban KSE ITS diperuntukkan untuk penerima baru beasiswa KSE.  Yayasan Karya Salemba Empat (KSE) telah menjaring ratusan pelamar sampai pada akhirnya ditetapkan 145 mahasiswa aktif ITS yang berhak mendapatkan beasiswa ini.  Beasiswa KSE mempunyai keistimewaan yang berbeda dari beasiswa lain. Disini penerima akan berkenalan dengan paguyuban-paguyuban yang tersebar diseluruh Indonesia dan  mendapatkan pengalaman-pengalaman yang tak ternilai harganya. Sehingga paguyuban KSE ITS mengumpulkan seluruh penerima beasiswa KSE dalam acara ini.
Welcome Party didatangi penerima beasiswa lebih dari 80%. Terlihat suasana ruangan BG Munaf-FTK yang sangat ramai dan raut muka mahasiswa yang begitu gembira karena bisa saling berkenalan dengan sesama penerima. Acara yang dimulai pada Pk. 09.00 WIB diawali dengan pembukaan 2 MC yang begitu kompak , siapa lagi kalau bukan Ana Choniah dan Tri Kurniawa..
Untuk acara pertama yaitu sambutan Ahmad Faisal Haq selaku Kepala Departemen SRD ( Student Resources Development) dan Viki Wahyu Enddira selaku Ketua Paguyuban KSE ITS. Sebelum lebih mengenal Karya Salemba Empat lebih jauh, pada KSE’er- sebutan gaul untuk penerima beasiswa diberi waktu untuk memperkenalkan diri dan menyebutkan motto hidup masing-masing. Dalam perkenalan yang singkat ini dirasa masih sangat kurang, karena masing-masing personal tidak akan langsung hafal. Tapi seiring berjalannya waktu satu keluarga paguyuban KSE ITS akan saling mengenal satu sama lain. 
Setelah itu dua MC yang sangat antusias ini memandu acara untuk memasuki acara yang penting yaitu meliputi informasi Yayasan KSE pusat, program kerja yang ada di KSE ITS, dan presentasi oleh maisng-masing kepala departemen yang ada didalam paguyuban.  Didalam paguyuban KSE ITS dibagi menjadi 3 departemen yaitu Student Resources Development,  Research and Technology Department, dan Public Relation Communication yang masing-masing mempunyai Kepala yaitu Ahmad Faisal Haq, Nur Dwi, dan Muhammad Sofyan. Disamping  itu masih ada sekretaris dan bendahara yang dipegang oleh Tatik Farihah dan Dinar Ariana V.  Diluar dari sistem kepengurusan tersebut ada badan Student Sharing Value yang bertanggungjawab langsung kepada ketua paguyuban. SSV ini dikelola oleh Fanandy Kristianto-mahasiswa aktif jurusan Teknik Kimia. Dari masing-masing departemen memilik staf-staf yang berkerjasama satu sama lain demi kemajuan paguyuban KSE ITS.
Hubungan antar paguyuban yang tersebar di seluruh Indonesia memiliki hubungan yang erat. Sama halnya dengan alumni-alumni paguyuban KSE ITS dengan generasi penerusnya. Ini terlihat dari kedatangan alumni KSE ITS sebelumnya yaitu Saifudin Mujib dan Ekkywona Rumiazizah selaku mantan Ketua dan Wakil Paguyuban KSE ITS periode 2011-2012. Mereka memberi sambutan dan menceritakan apa saja yang ada didalam KSE.  Mujib dan Ekky sangat bangga bisa menjadi alumni KSE ITS, mereka juga berpesan kepada adik generasinya periode 2012-2013 untuk lebih memajukan paguyuban dan selalu kompak dalam satu keluarga. Seperti halnya slogan KSE yaitu KEEP SHARING, NETWORKING, AND DEVELOPING. 


     ( Mukhamad Aziz. 2710100042 )

Minggu, 19 Februari 2012

Pare, Never Ending Story (Part 1), Warna-Warni di Kelas Daffodils

Seorang guru yang luar biasa pernah bercerita bahwa banyak orang yang pergi ke tempat yang jauh untuk mencari momen. Mereka mengorbankan banyak hal untuk mendapatkan momen tersebut. Padahal setiap orang bisa menciptakan momennya sendiri, tanpa harus pergi ke tempat yang jauh. Tapi aku gak nyesel pergi ke tempat jauh dan bisa gabung di kelas yang luar biasa ini.
Kelas yang luar biasa ini adalah kelas step 1 mom Indah di daffodils. Banyak hal yang aku dapetin disini. Aku gak hanya belajar bahasa inggris dikelas ini, tapi belajar tentang hidup, belajar tentang segala hal dan belajar dari semua orang yang ada di kelas ini. Walaupun aku gabung sama kelas ini cuma sebulan, tapi ya seengganya aku tau dikit sifat-sifat mereka. Ya ini menurut sudut pandang aku aja, gak tau berapa persen keakuratannya, hehe, yang pasti ini yang aku rasain dan aku coba buat ngambil pelajaran dari semua ini.
Mom Indah, guru yang luar biasa. Aku belajar dari mom indah. Aku belajar bagaimana dia bisa memandang hidup dari sudut pandang yang berbeda sehingga setiap takdir hidupnya menjadi tahapan yang indah. Aku belajar bagaimana beliau selalu berpikir luas, keluar dari zona nyaman dan mencari berbagai hal baru. Aku belajar keikhlasan berbagi dari mom indah. Aku belajar dedikasi beliau untuk kemajuan bangsa. Aku jadi tau tentang peran wanita sesungguhnya dari beliau. Terimakasih untuk semuanya Mom Indah, aku gak akan lupa sama mom Indah karena mom Indah salah satu orang yang berperan dalam kesuksesanku.
Pa Arif, bapa yang bijaksana. Aku belajar kedewasaan dari pa arif. Aku belajar kebijaksanaan dari beliau. Sesuai namanya, beliau adalah bapa yang arif. Aku begitu merasakan sifat kebapaan yang terpancar darinya. Aku belajar tentang semangat menuntut ilmu dari beliau. Beliau menunjukan pada kami bahwa usia dan status bukan halangan untuk mencari ilmu. Aku belajar bagaimana pengorbanan untuk sebuah perubahan. Aku belajar bagaimana berbagi kasih sayang dari beliau. Pa arif itu ibarat bapa di kelas kita.
Mr. Soni, seorang laki-laki yang tangguh. Aku Belajar ketegaran dari Mr. soni. Aku belajar kerja keras dari beliau. Aku belajar keberanian  dan semangat yang kuat.  Aku belajar usaha yang keras untuk perubahan dan tak pernah malu menjunjung sesuatu untuk keberhasilan.
Ayu, gadis yang jujur. Aku belajar kejujuran dari ayu. Aku belajar keberanian untuk mengungkapkan apa yang dirasakan. Seneng rasanya kalo ngeliat dia protes dan bicara apa adanya, keliatan apa adanya tanpa rekayasa. Seneng banget kalo ngeliat ayu udah protes ke ipung, lucu banget ngeliat mereka. Ayu protes dengan wajah bt tapi tetep jujur tanpa ada yang ditutup-tutupi, sementara ipung cuma nyengir-nyengir sama ketawa-ketawa doang, hehe geli deh kalo nginget-nginget itu.
Ipung, cowo yang selalu tersenyum dan hidup tanpa beban. Aku selalu ketawa kalo ngeliat ipung, bawaan dia nyante sama ceplas-ceplos. Terkadang dia ngomong tanpa disaring, tapi itu jadi ciri khas dia. Itu nunjukin kejujuran dia. Mungkin dia terlalu nyante ngadepin hidup jadi kurang ada targetan yang kuat. Dia kayanya tipe orang yang ngebiarin semuanya mengalir apa adanya. Aku tau kalo ipung lagi punya masalah, tapi aku salut ketegaran dia dan keberanian untuk tetap nyante nghadapinnya, sehingga di depan kita kaya yang gak ada apa-apa. Aku belajar untuk lebih nyante ngadepin hidup.
Rijal, cowo teguh pendirian. Awalnya aku pikir dia itu tipe anak gaul gitu, tapi ternyata dia lulusan pesantren. Aku liat rijal tuh orangnya baik, teguh pendirian dan agamanya termasuk kuat. Aku salut ngedengir cerita dia yang jadi pelaut tapi dia bisa tetep jaga diri dari hal-hal yang jelek, mungkin ini pengaruh dia lulusan pesantren kali ya. Dia tuh orangnya teguh pendirian, tapi kadang kala juga keras kepala, teguh pendirian sama keras kepala kan gak jauh beda.hehe. Terkadang aku juga bingung sama dia, kadang dia asyik, kadang cuek, kadang serius, kadang juga dingin. Sebenernya yang aslinya yang mana ya?? Hehe. Dari rijal aku belajar untuk teguh pendirian dan mempertahankan prinsip.
Dj, wanita dengan sosok keibuan. Aku seneng bisa kenal dj. Aku belajar keberanian dari dia. Aku belajar sifat perhatian dan peduli sesama dari dia. Aku belajar buat peduli sama gak egois. Aku juga belajar kejujuran dari dia. Aku ngerasain kasih sayang dj, dan aku belajar bagaimana untuk berbagi kasih sayang.
Uchi, gadis tanpa beban. Aku ngeliat uchi tuh kaya yang gak punya beban, berasa hidupnya nyante dan gak ada masalah. Aku belajar menjalani hidup dengan santai dari uchi, karena aku yakin dibalik sifat tanpa bebannya tersimpan beban hidupnya. Aku belajar untuk selalu tersenyum dan enjoy dalam segala hal. Aku juga belajar sifat peduli dan kasih saying dari uchi.
Yuri, gadis berwawasan luas. Aku seneng ngeliat yuri, keliatan banget kalo dia itu orangnya pinter, wawasannya luas sama kemampuan bahasa inggrisnya bagus. Dia juga punya kepercayadirian yang tinggi. Aku belajar untuk terus mengeksplor diri supaya memiliki keberanian dan wawasan yang luas.
Ari, cowo yang kritis. Aku seneng kalo ngeliat ari ngomong. Dia orangnya kritis, wawasannya luas, omongannya pasti berbobot. Dia selalu punya ide buat nanya tentang segala hal. Aku ngeliat kejujuran dari pertanyaannya, kejujuran untuk belajar dan menambah ilmu, bukan untuk mengetes orang yang ditanya. Dia tipe yang kalem tapi dibalik itu dia punya targetan dan dia tipe pekerja keras buat ngedapetin targetnya itu. Aku belajar banyak dari ari, aku belajar untuk kritis, berani dan semangat memperjuagkan target.
Munir, cowo berkeinginan kuat. Munir tuh orang yang punya keinginan kuat dan semangay kuat buat ngedapetinnya. Aku liat dia tipe orang yang ambisinya tinggi, dia punya targetan yang jelas dan tau apa yang harus dia lakuin. Tapi dia kurang percaya diri, terkadang sifatnya ini jadi hambatan buat dia maju. Aku belajar buat punya target yang jelas dan tahap – tahap yang jelas buat ngedapetinnya. Aku belajar semanget yang tinggi dari munir. Oh iya dia juga tipe cowo yang setia looh.
Rendra, Fanani, Raji sama mas Edi. Kayanya 4 orang ini paling kalem di kelas.hehe. Aku kurang begitu tau sifat-sifat mereka soalnya mereka lebih banyak diem dikelas, yang pasti dari mereka  aku belajar keberanian untuk melawan rasa malu. Oh iya, mas edi itu mirip artis, lukman sardi loohh. Kalo dia gak pendiem,  pasti dia bakal heboh kaya artis, tapi dia pendiem jadi ya adem ayem aja atas kemiripannya sama artis. Hehe. Aku juga belajar buat gak menilai orang dari luarnya aja, ternyata dibalik sifat pendiem dan fisik yang kurang kuat ternyata rendra itu atlet bela diri. Raji tuh di kelas keliatan pendiem, tapi pas aku liat diuar ternyata dia tuh gaul. Aku sering liat dia nongkrong di sanjaya cafĂ©, pinggir camp aku.hehe, jadi aku gak sifat raji yang sebenernya tuh yang mana. Aku gak pernah sekelompok neh sama fanani, aku juga kayanya gak pernah ngbrol sama dia dan parahnya aku sering lupa nama dia,hehe,  soalnya dia jarang masuk sama jarang bersuara, maaf ya fanani, sekarang dan buat kedepannya aku inget koq nama kamu.hehe.
Mr Jun, lelaki penyayang. Adakah yang masih inget mr. jun?? mr. jun tuh yang dari aceh, tapi gak tau kenapa dia tau-tau ngilang dari kelas kita. Jadi aku gak begitu kenal deket sama mr.jun. tapi aku dulu pernah sekelompok pas perkenalan dan aku ngerasa kalo mr.jun itu tipe orang yang kalem dan penyayang.
Fahri, cowo kalem dengan percaya diri tinggi. Aku liat fahri tuh punya kepercayadirian yang tinggi, ini keliatan kalo dia lagi ngomong. Tapi dia gak banyak omong, jadi jatohnya kaya kalem gitu. Tapi tetep masih kaleman group kalem yang tadi aku sebutin. hehe. Oh iya, fahri janji mau ngajarin aku tentang jurnalistik, mana neh? aku tunggu ya.:D. Aku belajar buat nulis sama percaya diri dari fahri.
Aziz, cowo berpenampilan gaul berpikiran islami. Awalnya aku liat aziz tuh kaya anak-anak gaul gitu, kaya anak-anak yang hedon. Eh ternyata pas ngobrol sama dia koq obrolannya islami-islami gitu ya. Aku juga jadi bingung, sebenernya yang benernya tuh yang mana.hehe. Aziz tuh tipe orang yang berani nentuin target yang jelas, dia udah punya targetan buat beberapa taun kedepan dan dia udah tau apa yang mesti dilakuinnya. Aku belajar buat lebih berani ngespesifikin target hidup.
Tuti, cewe rame tapi kalem. Tuti itu kalo di kelas pendiem, tapi sebenernya gak koq. Dia rame kalo udah ngobrol. Bawaan dia kalem. Dia itu tanggap, aku belajar itu dari tuti.
Furqon, cowo dengan semangat tinggi. Aku liat furqon itu orangnya punya semangat tinggi, dia punya banyak target hidup dan nilai lebih yang aku belajar dari dia adalah dia seorang petualang yang berani kemana-mana untuk mendapatkan tujuan hidupnya. Dia tuh termasuk orang yang sering becanda, jadi terkadang aku bingung mana saat dia becanda mana saat dia serius. Aku rasa dia itu tipe orang yang gak suka menampakan kesedihan ato masalah ke orang lain, di depan orang lain dia akan bersikap ya kaya biasa aja gitu penuh becandaan. Aku juga belajar untuk hal ini.
Faisal, bocah tanpa beban. Maaf ya aku sebut bocah, hehe, soalnya faisal emang kaya anak kecil. Dia baru lulus sma, jadi masih keliatan abg-abgnya. Dia itu kayanya tipe orang yang nyante, gak ambil pusing sama gak neko-neko. Aku seneng kalo dia udah ceplas-ceplos, nunjukin banget tanpa bebannya. Dan aku bisa ngambil pelajaran untuk bisa gak ambil pusing dalam ngadepin sesuatu hal.
Kiki, cewe pendiem yang sebenernya gak pendiem. Hehe. Aku yakin orang-orang dikelas bakal ngira kalo kiki tuh orangnya pendiem, kalem sama gak banyak omong. Tetooott kalian salah. Kalo sama orang yang baru kenal dia emang kaya gitu, tapi kalo kalian udah kenal deket kiki ternyata aslinya gak kaya gitu. Dia gak pendiem, dia asyik, jujur, nyante, gak neko-neko dan pastinya pinter. Dia punya targetan yang jelas dan tau cara buat dapetinnya. Aku belajar banyak dari dia, aku belajar buat punya target jelas dan tau cara dapetinnya. Aku juga belajar untuk lebih nyante dalam ngadepin apa yang terjadi.
Puput, cewe supel berkeinginan kuat. Puput tuh orangnya supel, dia gampang nyambung sama orang lain. Dia bukan tipe orang yang pipil-pilih temen, dia bisa gabung sama siapa aja. Aku belajar cara bergaul dari dia. Aku juga belajar tentang keinginan kuat untuk mencapai target, karena kau ngerasain gimana kuatnya keinginan dia dan usaha dia untuk mencapai target yang ditentukannya.
Nurul, bocah yang dewasa. Nurul itu temen yang unik, disatu sisi dia itu sering berpikir dewasa tapi tanpa dipungkiri dia tuh punya tingkah laku kaya bocah, jatohnya malah unik. Kadang dia kaya bocah, tapi sering juga dia dewasa. Aku belajar buat jujur dan bicara apa adanya dari nurul. Dia orang yang gak suka nyimpen  kebencian, kalo gak suka ya dia bilang gak suka.
Faris, cowo cablak. Aku gak begitu tau banyak tentang faris, yang aku tau dia itu orangnya cablak, urat malunya udah putus sama nyante dalam ngejalanin hidup. Oohh iya, aku belajar tentang pengorbanan dari dia. Dibalik sifatnya yang cablak dan nyante, ternyata dia punya sifat yang tangguh yaitu pengorbanan.
Naahh itu yang aku tangkep dari temen-temen semua di kelas. Maaf-maaf aja ya kalo salah. Aku gak bermaksud buka-buka sifat orang, tapi ya sekedar bercerita sama ngambil pelajaran dari semua ini. Pokonya kalian semua itu unik, Setiap orang punya karakter yang beda-beda, kalo diibaratin tiap orang dikelas ini tuh punya warna masing-masing dan kalo disatuin di kelas ini tuh ngebentuk gabungan warna yang indah, indah melebihi warna pelangi. Pokonya warna-warni yang spektakuler di kelas daffodils. Makasih ya buat temen-temen semua, makasih udah jadi temen yang baik sama udah ngasih banyak pelajaran buat aku. Semoga kita bisa ketemu lagi dilain kesempatan. Sukses ya buat semuanya.

dikutip dari temanku ami, amiamni.wordpress.com

Jumat, 20 Januari 2012

Info Mengelas besi cor kelabu

Karakteristik besi cor kelabu adalah adanya grafit yang berbentuk serpih. Keberadaan grafit dengan bentuk seperti ini menyebabkan besi cor kelabu sangat sensitif terhadap timbulnya retak apabila dibebani dengan beban tarik.
Kenyataan ini yang menjadi penyebab mengapa besi cor kelabu sulit dilas, karena pada saat logam las membeku (yang diiringi dengan penyusutan, maka lazimnya akan muncul retak di kiri kanan logam las). Disamping itu laju pendinginan sangat berpengaruh terhadap timbulnya besi cor putih yang bersifat sangat keras.
Untuk mengatasi hal tsb, mengelas besi cor kelabu lazim diterapkan preheat yang relatif tinggi untuk memperlambat laju pendinginan sehingga pembentukan besi cor putih dapat dihambat. Saat ini untuk mengelas besi cor kelabu digunakan proses pengelasan SMAW dengan menggunakan logam las atau logam pengisi dari jenis besi cor kelabu dengan kadar Si yang sangat tinggi  (Super silicon cast iron) dengan jenis flux yang terdiri dari borat, soda ash, sedikit ammonium sulfat dan oksida besi. selain itu kadang-kadang digunakan logam las yang menganduing Nikel atau bahkan Nikel murni.
Pada perkembangan berikutnya, mengingat kesulitan-kesulitan yang sering dijumpai dalam mengelas besi cor kelabu, maka telah dikembangkan metoda-metoda baru yang lazim dikenal dengan istilah :
  1. Metoda Pouring  (buring in)
  2. Metoda Powder filling
  3. Metoda Draoplet spray, dan
  4. Metoda Turbulence Flow Casting  (TFC)
Metoda-metoda tersebut pada hakekatnya mengupayakan menuangkan logam cair (dalam hal ini besi cor kelabu yang cair sama) ke bagian yang akan disambungkan sehingga antara logam las di daerah sambungan dengan logam induk tidak terjadi  perbedaan material sehingga mampu menghasilkan ikatan metalurgi yang baik dan homogen tanpa terjadi penggetasan  (lihat gambar 3 dan 4) metoda-metoda tsb diatas bahkan akhir-akhir ini telah mulai diujicobakan untuk mengelas logam-logam yang memiliki afinitas terhadap oksigen yang besar seperti baja tahan karat, paduan aluminium dan titan.

Pemeriksaan Crack Material Dengan Metode Ndt Dye Penetran Testing

Inspeksi atau pemeriksaan suatu hasil atau produk biasanya dilakukan dengan tujuan untuk menjaga kualitas produk agar sesuai dengan standar yang ditetapkan. Inspeksi yang dilakukan terhadap suatu produk diantaranya berupa pemeriksaan bentuk, cacat, dsb. Pemeriksaan cacat suatu material dilakukan dengan metode uji tanpa merusak (Non Destructive Test). Metode uji tanpa merusak untuk material logam dapat dilakukan dengan beberapa cara diantaranya metode penetrant cair, magnetik partikel, ultrasonik dan sebagainya.
Metode penetran cair digunakan untuk mendeteksi cacat permukaan seperti retak, porositas, laminasi, dan cacat—cacat yang lain karena proses welding, forging, manufaktur dsb. Prinsip kerjanya adalah fenomena kapilaritas. Karena fenomena inilah memungkinkan cairan yang tertinggal dalam lubang yang sempit tertarik dan muncul ke permukaan. Metode ini merupakan salah satu metode yang paling sedehana, luas penggunannya dan merupakan uji tanpa merusak tertua. Beberapa peralatan yang dipakai adalah bahan penetran, cleaner, developer dan kain atau majun. Langkah pertama yang dilakukan adalah precleaning yang merupakan pembersihan awal material dari sesuatu yang menutup permukaan benda uji seperti debu, cat, kerak dsb. Beberapa bahan yang direkomendasikan untuk melakukan precleaning seperti detergen, solvent, uap air dan bahan pelarut lainnya. Setelah material tersebut kering dari cairan pembersih, langkah selanjutnya adalah melakukan aplikasi penetran dengan menyemprotkan pada area material yang disinyalir adanya retak. Setelah itu dibiarkan beberapa menit sampai cairan penetran masuk ke celah retak tersebut. Waktu tunggunya sekitar 5 sampai 30 menit. Pembersihan penetran berlebih yang tidak masuk ke celah cacat dilakukan setelah dwell time terpenuhi.
Proses pembersihan dilakukan dengan beberapa cara yaitu dengan air, emulsifier, atau solvent. Setelah pembersihan penetran permukaan obyek uji perlu dikeringkan terutama jika menggunakan developer bubuk kering. Pengeringan berlebih dapat merugikan karena penetran dalam celah retak menjadi kering dan sulit untuk tertarik keluar. Pengeringan untuk air dan emulsifier dilakukan dengan ditiriskan secara natural, dilap dengan kain bersih, dan dianginkan mengunakan blower. Sedangkan pengeringan solvent biasanya dilap dengan kain bersih yang kering dan dikeringkan secara natural. Ketika developer digunakan pada benda uji, maka permukaannya harus kering dan tidak lengket serta menggumpal. Developer harus berwarna terang dan kontras dengan penetran untuk memudahkan pengamatan. Penggunaan developer dilakukan dengan beberapa cara diantaranya dibenamkan (Dipping), soft bush, Hand powder bulb, dan sebagainya. Dwell time developer adalah waktu yang dibutuhkan untuk development, mulai dari pemberian developer sampai dibolehkan untuk evaluasi. Menurut ASTM E-165 dan ASME V art 6 maka dwell time developer adalah 7 menit. Tahap interpretasi dilakukan jika dwell time developer telah terpenuhi dengan mengamati bentuk, ukuran dan lokasi indikasi. Jika indikasi cacat terlihat berwarna merah tua, maka indikasi telah benar dan tidak ada kesalahan dalam pemberian developer. Sebaliknya Jika indikasi berwarna merah muda dan warna background tidak ada, maka hal ini menunjukkan terjadinya over wash atau developer terlalu tebal. Setelah obyek uji selesai diperiksa, maka permukaannya harus dibersihkan untuk menghindari korosi yang disebabkan oleh sisa cairan penetran dan developer. Metode dan teknik yang digunakan yaitu dilap dengan kain yang dibasahi air untuk penetran waterwashable, atau lap kain yang dibasahi solvent.

Kasus Pada Pengelasan Baja


Proses pengelasan pada hakekatnya adalah proses penyambungan yang memanfaatkan fenomena metalurgi. Karena itu permasalahan yang muncul di daerah sambungan adalah sebagai akibat dari fenomena tersebut. Permasalahan yang uncul dari fenomena metalurgi pada saat mengelas baja adalah timbulnya martensit yang diiringi dengan fissure sedangkan pada besi cor kelabu adalah timbulnya besi cor putih dan martensit.

Proses pengelasan yang melibatkan adanya pencairan di daerah sambungan, secara metalurgis akan menghasilkan tiga daerah seperti terlihat pada gambar berikut :

Pada daerah logam las (daerah 1) :
Terjadi proses pembekuan dari logam las (weld metal) atau logam pengsisi (filler metal). Fenomena pembekuan akan memunculkan struktur dendritik yang kasar diiringi dengan timbulnya segregasi sebagai akibat adanya laju pendinginan yang relatif cepat. Adanya pengkasaran ukuran butir dan segregasi di daerah logam las akan menurunkan sifat mekanik. Penurunan sifat mekanik yang terjadi jangan sampai melampaui sifat mekanik logam induk. Karena itu berdasarkan hal tsb dan mengingat menurut standar bagian logam las tidak diperkenankan untuk gagal, maka untuk mengkompensasi penurunan tsb dipilih kualitas mekanik logam las minimal 15% lebih tinggi dari sifat logam induk. Disamping itu pada saat logam las membeku (bertransformasi fasa) senantiasa diiringi dengan perubahan volume (dalam hal ini menyusut). Perubahan volume yang mengiringi transformasi fasa merupakan cikal bakal timbulnya destorsi pada sambungan las bahkan menjadi cikal bakal timbulnya retak (crack) baik retak yang timbul dengan segera maupun retak yang timbul berikutnya (delay crack) baik di logam las (1) maupun di daerah yang dipengaruhi panas (3)

Pada daerah 2 (daerah Fusi, yang kadang-kadang disebut juga sebagai dilusi) :
Terjadi pencampuran antara logam las dan logam induk. Pada prinsipnya di daerah ini terjadi proses pemaduan. Secara umum hasil dari suatu proses pemaduan dapat menghasilkan larutan padat, senyawa atau campuran antara larutan padat dan senyawa yang akan memberikan perbedaan terhadap sifat mekanik yang dimilikinya. Dalam praktek, keberadaan senyawa intermetalik yang getas sangat tidak diinginkan apabila terbentuk di batas butir namun akan berperan sangat penting dalam meningkatkan kekuatan logam apabila senyawa tsb muncul sebagai bagian dari fasa eutektik atau tersebar merata dalam bentuk partikel halus.

Pada daerah 3 (daerah yang dipengaruhi panas) :
Akan terjadi kombinasi antara pembentukan butir-butir yang kasar sebagai akibat terekpos pada suhu tinggi dengan timbulnya transformasi fasa, dari fasa padat ke fasa padat yang lain. Menurut Hall-Petch, pengkasaran butir akan menyebabkan kekuatan logam menurun sedangkan transformasi fasa yang terjadi di daerah tersebut juga akan diiringi dengan perubahan volume. fenomena metalurgi yang terjadi di daerah 3 menjadi sangat kompleks dengan adanya temperatur gradien. Secara umum di daerah ini terjadi proses perlakuan panas dengan segala macam aspek yang mempengaruhinya seperti tinggi dan lamanya temperatur pemanasan, laju pendinginan, termasuk ada atau tidaknya pre heat dan post heat dan jenis fasa yang akan dihasilkannya.

Perlu digarisbawahi bahwa ketiga daerah tersebut akan selalu muncul pada saat menerapkan proses pengelasan yang melibatkan adanya proses pencairan, baik pada saat mengelas logam yang sama (similar metal welding) maupun pada saat mengelas dua logam yang berbeda (dissimilar metal welding). Khusus pada saat mengelas dua jenis logam yang berbeda, aspek lain diluar fenomena metalurgi yang perlu dipertimbangkan adalah :

1. Apakah perbedaan koefisien muai akan ber-pengaruh terhadap umur sambungan ?
2. Apakah korosi galvanik akan menjadi masalah ?

Pada beberapa jenis baja paduan dan besi cor,keseluruhan aspek tsb diatas merupakan hal-hal yang patut menjadi perhatian yang cermat dan akurat agar hasil pengelasan yang dilakukan dapat menghasilkan sambungan yang baik dan memenuhi persyaratan yang sudah ditetapkan dalam WPS.

BEBERAPA CONTOH KASUS
Untuk menganalisis fenomena metalurgi seperti diuraikan diatas dapat dilihat pada contoh-contoh pengelasan berikut :
1. Mengelas baja Cr-Mo dengan baja tahan karat austenitik Pada industri petrokimia seringkali dijumpai baja CrMo, baik dari tipe ASTM A387 grade 11 (F11) maupun F12 (dissimilar) ; disambungkan dengan baja tahan karat austenitik atau baja F11 disambungkan dengan baja F11 (similar).
Lazimnya pada kedua pengelasan tersebut seringkali menggunakan logam pengisi dari jenis baja tahan karat austenitik atau dari jenis paduan Ni-Cr-Fe seperti paduan Incoloy 825 atau paduan Inconel 625. Dari tabel 1 dapat dilihat komposisi baja F11, baja tahan karat austenitik SAE 304L, Incoloy 825 dan Inconel 625 sebagai berikut :

Jadi apabila F11 disambungkan dengan SAE 304L ,misalnya menggunakan logam pengisi juga SAE 304L, maka di daerah Fusi di sisi F11 akan terjadi dilusi antara logam induk (F11) dengan logam pengisi (SAE 304L). Untuk membantu menganalisis apakah pemilihan logam las dari jenis baja tahan karat SAE 304L sudah tepat dan jenis fasa apa yang akan terjadi di daerah fusi di sisi F11 dapat digunakan diagram Schaeffler yang sudah dimodifikasi oleh Schneider seperti terlihat pada gambar 2

Dengan memperhitungkan %Ni.eq dan %Cr.eq dari kombinasi komposisi yang akan terjadi di daerah fusi dan menerapkannya pada diagram Schaeffler, tampak bahwa kombinasi komposisi F11 dan SAE 304L jatuh di daerah austenit. Jika hal seperti ini yang terjadi, maka pemilihan jenis logam las maupun logam pengisi sudah tepat. Yang harus dihindari adalah apabila kombinasi komposisi menghasilkan fasa Martensit. Keberadaan fasa martensit seringkali dikaitkan dengan masalah kegetasannya. Namun yang paling berbahaya dari keberadaan martensit adalah bahwa embentukannya kadang-kadang diikuti dengan munculnya retak rambut (fissure) yang seringkali sulit dideteksi dengan peralatan ultrasonic. Kalaupun terdeteksi seringkali dinyatakan sebagai minor defect.
Analisis berikutnya adalah fenomena yang terjadi di daerah HAZ terutama di daerah interface antara logam induk dengan logam cair. Jika Ni berdifusi, maka akibat adanya gradien kadar Ni maka kombinasi komposisi di daerah tersebut akan menghasilkan martensit. Untuk mengatasi hal tsb maka dilakukan proses pre heat yang besarnya harus diatas temperatur Ms dari kombinasi komposisi yang menghasilkan martensit. Kemungkinan timbulnya retak yang tertunda (delay crack), dapat juga di"ramal"kan dengan memperhitungkan suatu harga faktor yang dibuat oleh Miyano dalam bentuk persamaan sebagai berikut :
Miyano mengatakan bahwa besarnya faktor dari hasil perhitungan diatas kurang dari 200, maka tidak akan timbul retak. Namun apabila harganya diatas 200, maka pada suatu saat akan timbul retak. Patokannya adalah makin besar faktor tsb, kemunculan retak semakin dekat.

Melihat dan Interpretasi Radiografi

Ringkasan - Langkah-langkah dasar dalam Menafsirkan radiograf 
1. Pastikan radiograf sesuai dengan bagian yang sedang diperiksa. 
2. Pastikan bahwa cakupan radiografi lengkap untuk bagian tertentu. 
3. Pastikan bahwa indikator kualitas gambar adalah benar dan benar digunakan dan bahwa tingkat kualitas gambar yang tepat dicapai. 
4. Pastikan bahwa kepadatan film yang memenuhi persyaratan dari standar. 
5. Periksa artefak film dan indikasi fenomena permukaan dan anyon merekam catatan melihat 
6. Merebut kembali ada indikasi yang tidak dapat diselesaikan sebagai artefak atau diskontinuitas. 
7. Visual memeriksa permukaan bagian untuk diskontinuitas permukaan atau kontur yang cocok dengan penampilan diskontinuitas pada radiografi. 
8. Evaluasi diskontinuitas internal ke standar yang berlaku dan menerima, menolak, atau memegang bagian untuk diperiksa lebih lanjut. Rekam sebagai 'sesuai' atau 'tidak sesuai' pada catatan melihat. 
9. Tandai lokasi pada bagian dari diskontinuitas non-mematuhi. 
10. Siapkan laporan pengujian yang menunjukkan sifat, lingkup, dan disposisi dari semua indikasi yang signifikan ditemukan pada radiografi.

Membuat Plastik Sekuat Baja

Apakah mungkin kantong-plastik jenis yang Anda memuat buah-buahan dan sayuran ke dalam di supermarket benar benar menjadi sekuat baja? Ini bisa terjadi jika, itu terbuat dari plastik komposit baru yang memadukan kekuatan nanopartikel dengan sifat lembut dari polimer larut dalam air.
Meskipun bukan rahasia bahwa nanotube, nanosheets dan nanorods yang sangat kuat ketika digabungkan dalam jumlah kecil, bahan lebih besar terbuat dari blok-blok bangunan mikroskopis tidak dapat memanfaatkan banyak kekuatan yang karena hubungan antara mereka adalah lemah. Tapi University of Michigan di Ann Arbor peneliti melaporkan dalam Ilmu bahwa mereka telah menemukan cara untuk skala kekuatan Nanomaterials untuk bahan yang lebih besar dengan mentransfer stres antara nanosheets dan polimer nano yang menyerupai lem putih. Visual, ini tampak seperti dinding bata, di mana tanah liat nanosheet "batu bata" yang diselenggarakan bersama oleh air-larut alkohol polivinil "mortir." Hasilnya, menurut peneliti, adalah plastik komposit yang ringan dan transparan, tetapi seperti baja yang kuat.
"Jika Anda mengambil bahan nano individual, mengatakan satu karbon tabung atau satu lembar tanah liat, sifat mekanik mereka akan mengagumkan," kata UM Nicholas Kotov profesor teknik, co-penulis studi tersebut. Cukup menggabungkan volume besar dari tanah liat, nanosize trombosit menjadi satu blok kontinu, bagaimanapun, hasil dalam bahan chalklike rapuh penuh dengan retak.
Para peneliti menciptakan sebuah strip dari materi yang jelas setebal lembaran plastik dengan menggunakan lengan robot untuk seragam campuran jutaan trombosit liat persegi 100 nanometer di setiap sisi dan satu nanometer tebal (satu nanometer sama dengan 3,94 x 10-8 inci) dengan polimer yang sama digunakan dalam lem Elmer. Para robot lengan dibuat bahan baru ini dengan mencelupkan sepotong kaca seukuran permen karet secara bergantian ke dalam larutan polimer gluelike dan kemudian ke cairan yang merupakan dispersi nanosheets tanah liat. Hasil yang terdiri dari 300 lapisan akhir dari Nanomaterials dicampur dan polimer adalah model yang ditemukan di lapisan kerang dan kerang tiram."Materi yang struktur teladan di mana kita telah mencapai mentransfer hampir ideal dari sifat mekanik skala nano ke macro ," kata Paul Podsiadlo, seorang kandidat doktor di College UM yang dibantu dengan penelitian. "Jika kita lebih lanjut dapat mencapai hal yang sama dengan Nanomaterials lain maka kita akan dapat membuat komposit ringan yang akan melebihi sifat dari baja jauh."
Struktur batu bata dan mortir memungkinkan lapisan untuk membentuk ikatan hidrogen, yang menimbulkan Kotov atau disebut "efek Velcro" salah satu alasan bahan yang sangat kuat. Obligasi tersebut, jika rusak, bisa reformasi mudah di tempat baru. Kotov adalah mengembangkan metode untuk menerapkan komposit dalam pengembangan sistem microelectromechanical (MEMS) dan perangkat, serta perangkat mikrofluida untuk aktuasi katup dan manufaktur. Selain menggunakan militer, meningkatkan daktilitas dari plastik nanoinfused para peneliti 'bisa membantu dalam pengembangan mobil penyok dan anti gores dan kaca depan.

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Blogger Templates